PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
KONEKSI
ANTAR MATERI MODUL 3.1.a.9
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
DISUSUN OLEH :
DEASY EKA FATIMAH
CGP ANGKATAN 4 KELAS 26 KABUPATEN BONDOWOSO
Bagaimana
pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh
terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin
pembelajaran diambil?
Filososfi pendidikan Ki Hadjar
Dewantara adalah pendidikan merupakan menuntun kekuatan kodrat anak agar
mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia
maupun sebagai anggota masyarakat. Tugas guru adalah sebagai Among yang
membimbing dan menuntun potensi atau kekuatan kodrat anak tersebut, agar mampu
mengembangkan potensinya dalam proses merdeka belajar dan berpihak pada anak
(murid). Filosofi Pratap Triloka menurut
Ki Hadjar Dewantara adalah: “Ing ngarso sung tuladha, Ing Madya mangun
karsa, Tut wuri handayani” yang artinya seorang guru di depan harus mampu
menjadi teladan bagi murid-muridnya, di tengah-tengah harus mampu membangun
kemauan ataun keaktifan murid, di belakang seorang guru harus mampu mendorong
semangat murid. Pengaruh filosofi pratap Triloka tersebut dalam mengambil
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah
(a) Ketika guru menghadapi dilema etika pada suatu masalah, diharapkan
dapat menganalisis masalah atau situasi
dengan baik dengan mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan universal dari 4
paradigma dilema yang terjadi, menggunakan 3 prinsip pengambilan keputusan dan
9 pengujian keputusan, agar keputusan yang diambil bisa tepat, bertanggung
jawab, dan berpihak pada murid, sehingga keputusan yang diambil bisa dijadikan teladan
atau contoh bagi murid-murid ( Ing Ngarso Sung Tuladha )
(b). Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus
mampu menggunakan 3 prinsip pengambilan keputusan
dan menguji keputusan yang akan diambil dengan 9 langkah pengujian keputusan,
sehingga keputusan yang diambil bisa
berdampak positif dan berpihak pada kebutuhan murid. Murid juga akan
termotivasi dan mempunyai kemauan untuk
menjalankan nilai-nilai kebajikan universal ada dan sesuai keputusan yang
dibuat, serta murid dapat belajar dengan aman, nyaman dan menyenangkan dalam
proses merdeka belajar (Ing
Madya Mangun Karso)
(c ). Pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak
positif bagi semua pihak oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran akan mampu
mendorong semangat murid dalam menumbuhkan kekuatan kodratnya/potensinya dalam
proses pembelajaran, sehingga murid dapat berkembang dengan baik dan mempunyai
karakter yang kuat (Tut Wuri Handayani)
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri
kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan
suatu keputusan ?
Setiap guru harus mempunyai
nilai dan peran yang baik yang mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan
universal yang ada. Nilai-nilai positif dan karakter baik yang dimiliki dan
tertanam dalam diri guru tersebut akan
mampu menganalisis bujukan moral (benar vs salah) dan dilema (benar vs benar)
dengan 4 paradigma dilema yang terjadi dari suatu masalah dan dapat menggunakan
prinsip pengambilan keputusan dari 3 prinsip yang ada dengan tepat dan menguji
keputusan dengan Sembilan (9) langkah pengujian keputusan. Dalam mengambil
keputusan seorang guru juga dapat menerapkan kompetensi sosial emosional (KSE)
kesadaran diri dengan mindfullnes, agar keputusan yang diambil dapat berdampak
positif bagi semua pihak dan sesuai
nilai-nilai kebajikan universal.
Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan
pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan “coaching”
(bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses
pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang kita
ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif,
Coaching merupakan proses yang
dilakukan oleh coach untuk menggali potensi coachee untuk menemukan solusi dari
masalah yang dihadapinya dalam konteks hubungan kemitraan.Proses coaching
dengan model TIRTA yang dilakukan bersama
pendamping sebagai pengamat, murid, dan rekan
sejawat sebagai coachee yang menghadapi
situasi atau masalah yang mengandung paradigma dilema etika, sangat membantu saya sebagai pemimpin
pembelajaran dalam menganalisis masalah dengan baik, mampu menggunakan prinsip
penbambilan keputusan yang tepat serta menguji keputusan yang akan diambil,
agar keputusan yang diambil berdampak
positif dan berpihak pada murid. Hasil pembimbingan atau pengamatan yang telah dilakukan oleh
pendamping praktik pada proses coaching dapat membantu saya untuk dapat mengevaluasi
keputusan yang telah saya ambil agar lebih baik dan sesuai nilai-nilai
kebajikan universal
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial
emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?
Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu
menerapkan Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) dalam pengambilan keputusan yaitu
guru mampu melakukan analisis masalah yang berdilema etika dengan kesadaran
diri penuh atau mindfulness, mampu menerapkan pengelolaan diri yang baik untuk
menggunakan prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengujian keputusan,
sehingga guru juga mampu menggunakan kompetensi pengambilan keputusan yang
bertanggung jawab agar keputusan yang dihasilkan berdampak positif, sesuai nilai-nilai kebajikan dan berpihak
pada murid
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral
atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
Jika guru dihadapkan dengan kasus-kasus
yang fokus pada masalah moral dan etika, maka akan terpengaruh oleh nilai-nilai
yang telah dianutnya dan tertanam pada dirinya. Nilai-nilai tersebut akan
mempengaruhi guru dalam menganalisis suatu masalah baik itu masalah yang berupa
bujukan moral atau dilema etika, sehingga hasil analis dapat menentukan prinsip
pengambilan keputusan yang akan digunakan melalui 9 langkah pengujian
keputusan. Nilai-nilai positif yang dianut oleh guru/pendidik dapat
menghasilkan keputusan yang baik dan tepat, namun jika guru/pendidik
dipengaruhi oleh nilai yang tidak sesuai dengan nilai kebajikan universal dan tidak
sesuai prinsip moral yang berlaku, maka keputusan yang diambil tidak akan tepat
dan akan berdampak kurang baik untuk semua pihak.
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak
pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan keputusan yang
tepat adalah pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, sesuai nilai-nilai
kebajikan universal dan berdampak positif bagi semua pihak. Untuk menghasilkan
keputusan yang tepat tersebut maka perlu adanya analisis yang teliti dari
masalah yang mengadung 4 paradigma dilema etika atau bujukan moral, kemudian
menggunakan prinsip yang sesuai dari 3 prinsip pengambilan keputusan, untuk
diuji dengan menggunakan 9 langkah pengujian keputusan, sehingga keputusan yang
diambil bisa tepat, berdampak positif
bagi semua pihak dan lingkungan menjadi kondusif, aman dan nyaman.
Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di
lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan
terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan
paradigma di lingkungan Anda?
Kesulitan-kesulitan yang
muncul yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan adalah
(a) adanya perbedaan prinsip yang sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini guru.
(b) adanya perbedaan dan perubahan paradigma di lingkungan sekolah. (c) terlalu
banya alternatif solusi pemecahan masalah . (d) kurang berkomitmen dalam
melakasanakan keputusan yang sudah dibuat untuk kepentingan bersama
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan
pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?
Keputusan
yang diambil akan mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan pembelajaran yang
berpihak pada murid, selain itu keputusan yang diambil juga dapat mempengaruhi
lingkungan belajar yang kondusif, karena keputusan yang tepat dan efektif dapat
menjadi dorongan semangat bagi murid dalam belajar, mengeksplorasi potensinya
dalam proses pembelajaran yang merdeka dan menyenangkan
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan
dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Guru sebagai pemimpin
pembelajaran harus mampu membuat keputusan yang tepat dan berpihak pada murid,
karena keputusan tersebut akan mempengaruhi masa depan murid, yaitu jika guru dapat mengambil keputusan
yang tepat, maka keputusan tersebut akan menjadi teladan dan semangat bagi
murid untuk terus mengembangkan potensinya dalam pembelajaran dan karakter baik
yang dimilikinya, sehingga murid dapat mencapai keberhasilan dan membantu
kehidupannya di masa yang akan datang. Maka dari itu untuk dapat mengambil
keputusan yang tepat, guru harus mampu menganalisis masalah dengan teliti,
menggunakan prinsip pengambilan keputusan dari 3 prinsip yang adan dan menguji
keputusan dengan 9 langkah pengujian keputusan
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran
modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Modul –modul yang telah dipelajari mulai dari
modul 1.1 sampai dengan modul 3.1 saling berkoneksi atau berkaitan yaitu
Filosfi pendidian menurut Ki Hadjar Dewantara/KHD, Peran dan nilai guru, Visi,
Budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional,
coaching dan pengambilan keputusan. Guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran
mempunyai nilai dan peran penting dalam pembelajaran dan mengambil keputusan.
Keputusan yang diambil harus tepat, berdampak positif bagi semua pihak dan
berpihak pada murid, keputusan yang diambil juga harus sesuai dengan
nilai-nilai kebajikan dan berpedoman pada filosofi KHD yaitu Pratap
triloka (Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani).
Dengan nilai dan peran sebagai guru penggerak, guru harus mampu tergerak,
bergerak dan menggerakkan serta menjadi agen perubahan dalam transformasi
ekosistem pendidikan dalam konteks merdeka belajar antara lain guru harus mampu
berkolaborasi dengan murid dan rekan sejawat dalam proses coaching dengan
kompetensi kesadaran sosial emosional kesadaran diri yang baik untuk menemukan
solusi permasalahan dengan menguatkan potensi murid dan rekan sejawat sebagai
coachee. Guru harus mampu reflektif dan teliti dalam menganalisis masalah,
menerapkan prinsip pengambilan keputusan dan mengujinya dengan tahapan yang
tepat. Sehingga dengan keputusan yang tepat, guru dapat memetakan kebutuhan
murid dengan tepat pula dan melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai
kebutuhan belajar murid, sehingga pembelajaran bisa menyenangkan dan bermakna
bagi murid untuk mencapai visi sekolah bersama
Komentar
Posting Komentar